Quartararo: Saya Ingin Menang dan Merasakan Emosi Yang Sama Dengan di Silverstone
Balapmotojipi Pembalap Yamaha Fabio Quartararo memang kencang akan segera menakhir kontrak dengan tim berlogo garpu tala itu, dan pindah ke Honda mulai tahun depan. Menanggapi munculnya spekulasi kalau pembalap asal Nice Perancis itu, pembalap 28 tahun itu hanya berujar singkat, memang pembicaraan untuk tahun depan sudah ada, namun juara dunia MotoGP 2021 itu akan fokus dulu untuk kompetisi tahun ini.
Quartararo tidak memungkiri memang ada pembicaraan dengan Honda untuk tahun depan, namun semuanya masih pending menunggu bergulirnya kompetisi tahun ini yang akan dimulai Maret mendatang. Rumor akan pindahnya Quartararo makin kencang, setelah diketahui Honda akan menjadi tim pertama yang bermesin 850cc sesuai regulasi 2027.
Beberapa media balap bahkan menulis kalau posisi Quartararo di Yamaha akan segera digantikan Jorge Martin yang merupakan kandidat utama kalau nantinya pembalap bernomor motor 20 itu jadi pindah. Dalam warancara di Sepang Senin kemarin, Quartararo menyatakan belum ada keputusan terakhir yang dibuatnya. Jadi beberapa waktu terakhir ini baru ada pembicaraan dengan beberapa tim, dan Honda adalah salah satunya. Waktu disinggung soal kontraknya dengan Yamaha, Quartararo hanya berkata singkat, "Saya berbicara dengan banyak tim."
MotoGP tahun depan akan jadi momentum pembatasan teknis dari kapasitas mesin sampai pelarangan penggunaan perangkat aerodinamis dan perangkat pengatur ketinggian atau height device. Kondisi ini memungkinkan Yamaha untuk bisa seperti jargonnya di Indonesia, Semakin Di Depan. Dengan perubahan regulasi tahun depan, peta kekuatan kembali jadi samar, karena semua tim akan punya kekuatan seimbang, sehingga tinggal pembalapnya bisa memaksimakan performa motor atau tidak. Bagi Quartararo ini seperti berjudi dengan semua orang, namun dengan bayaran tertinggi yang ada di MotoGP saat ini, belum diketahui sikap Quartararo apakah akan tetap bertahan atau pindah.
Kalau melihat kondisi finansial saat ini, Honda dan Yamaha menjadi tim pabrikan terbesar di MotoGP, dengan kesiapan untuk menantang pabrikan Eropa yaitu Aprilia, Ducati dan KTM. Kemampuan finansial itulah yang juga menentukan besaran gaji pembalap yang akan membuat mereka tetap bertahan. Meski begitu, Quartararo menekankan kalau uang bukanlah segalanya dalam negosiasi kontrak. Itu lebih pada kemungkinan untuk kompetitif dan menang. Quartararo kembali mengingatkan rasa kemenangan indah yang didapatnya tahun lalu di Silverstone Inggris. (AT Motorsport / Photo: MotoGPcom)

Komentar
Posting Komentar